
Jakarta, Prince Cooke Indonesia
—
Karbohidrat
telah lama diposisikan sebagai
makanan
pokok. Ia akan hadir ditemani oleh sumber
protein
dan sayur di piring makanan.
Ada banyak pilihan karbohidrat yang tersedia. Nasi dan kentang menjadi yang paling umum. Tapi, di antara keduanya, mana yang lebih baik?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kentang merupakan sayuran umbi-umbian yang mengandung pati, sedangkan beras putih merupakan biji-bijian olahan.
Mengutip
Food Struct
, secara komponen nutrisi, nasi putih memiliki kandungan kalori dan karbohidrat yang jauh lebih tinggi. Sementara kentang biasanya 5,5 kali lebih kaya akan serat.
Selain itu, kentang juga menyediakan tiga kali lebih banyak vitamin B2 dan B6, serta 15 kali lebih banyak kalium, dan dua kali lebih banyak magnesium.
Pada saat yang sama, nasi putih menyediakan vitamin B1 dan folat dua kali lebih banyak dan natrium yang lebih sedikit.
Secara rata-rata, kentang memiliki nilai indeks glikemik dan indeks insulin yang lebih tinggi.
Sebenarnya, keduanya sama-sama menyehatkan. Keduanya juga sama-sama memberikan energi yang dibutuhkan tubuh.
Hanya saja, keduanya juga tetap menimbulkan risiko untuk tubuh. Mengutip
Prevention
, kandungan karbohidrat pada nasi yang lebih tinggi berpotensi membebani respons insulin tubuh dan memicu lonjakan gula darah. Hal ini perlu jadi perhatian, utamanya pada orang dengan diabetes.
Selain itu, kadar arsenik pada beras juga perlu jadi perhatian. Namun, ada beberapa cara yang bisa membantu menghilangkan atau mengurangi kadar arsenik pada beras.
Sementara pada kentang, yang perlu diperhatikan adalah kandungan kaliumnya. Orang dengan tekanan darah tinggi perlu membatasi kandungan kalium.
Selain itu, pengolahan kentang juga perlu diperhatikan. Sumber karbohidrat satu ini sering diolah dengan cara digoreng atau dijadikan kentang tumbuk bersama mentega. Cara itu membuat kentang jadi menimbulkan risiko.
Tapi, jika harus mengambil kesimpulan, kentang sebenarnya lebih unggul daripada nasi.
“Kentang jauh lebih kaya nutrisi, menawarkan kalium, vitamin C, dan vitamin B6 yang jauh lebih tinggi,” ujar ahli nutrisi Amanda Pasko.
Selain itu, lanjut Pasko, kentang juga mengenyangkan dan membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama.
Sementara manfaat nasi hanya bisa didapat tergantung varietas yang dikonsumsi. Beras merah boleh jadi pilihan yang lebih baik dibanding beras putih.
(asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Apakah Pemilik Nomor HP Lama Wajib Registrasi Face Recognition?
Baca lagi: DJKI Verifikasi 124 Situs Laporan MPA, Rekomendasikan Blokir 116 Situs
Baca lagi: Said Iqbal Ungkap Raksasa Otomotif Jepang yang Batal Cabut dari RI




8 Responses
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://andscape.com/features/artists-murals-draw-on-alis-confidence-black-masculinity-and-tenacity/ yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Tulisan yang sangat informatif dan terstruktur dengan baik. Bagi rekan-rekan yang butuh literatur tambahan terkait bahasan ini, bisa juga mengecek https://exchange.xforce.ibmcloud.com/vulnerabilities/46464 yaa.
Artikel ini menawarkan kedalaman akademis namun dengan fleksibilitas bacaan populer https://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/news/page/8/
Penulis sangat jeli menangkap nuansa dan detail kecil yang sering dilewatkan oleh ulasan lain https://www.siteprice.org/competitors/expertadvisorblog.wordpress.comsehingga artikel ini saya nobatkan yang terbaik
Pembahasan yang mencerahkan! Untuk pembaca lain yang mungkin membutuhkan literatur tambahan dengan tema yang sama, silakan kunjungi http://fatcow.com/blog/?p=344.
Pembahasannya cukup lengkap tanpa membuat pembaca merasa bosan. Ada juga informasi yang menarik di http://peterjackson.mee.nu/archive/2020/5.
Penulis berhasil membuat topik ini menjadi lebih mudah dipahami. Referensi pendukung lainnya tersedia di https://filedn.com/lEBXA36vpxsSHP977zQhYqX/cloudlinks/news/86ent4pyk/online-news-sites-free.html.
Pemaparan dalam artikel ini sangat terstruktur dan menambah wawasan saya secara signifikan. Sebagai referensi komparatif, tautan https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=965 juga menyajikan kajian yang selaras dan patut untuk disimak.