
Jakarta, Prince Cooke Indonesia
—
Banyak orang mencuci
beras
hingga berkali-kali. Konon, beras yang dicuci berkali-kali bisa bikin
nasi
jadi tambah pulen.
Anggapan ini muncul lantaran sebagian pati yang menempel di permukaan beras ikut terbawa air saat dicuci. Karena pati berperan dalam menentukan tekstur nasi, muncul anggapan bahwa mengurangi pati akan membuat nasi jadi lebih pulen.
Namun, anggapan itu ternyata cuma mitos. Anggapan itu tak terbukti dalam penelitian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah penelitian yang dipublikaskan dalam jurnal
Food Chemistry
2019 lalu mencoba menguji beras dengan jumlah pencucian yang berbeda.
Hasilnya, pencucian tak memberikan perubahan signifikan pada tingkat kekerasan maupun kelengketan nasi. Artinya, beras yang dicuci berkali-kali pun tak jadi jaminan tekstur pulen pada nasi.
Selain itu, peneliti juga menemukan, material yang menempel di permukaan beras mentah ternyata tidak banyak menentukan tekstur nasi setelah dimasak.
“Prosedur pencucian tidak memengaruhi pelarutan pati dan struktur molekul pati yang terlarut,” tulis para peneliti.
Dengan demikian, beras yang dicuci lima kali tak dijamin selalu lebih pulen dibandingkan beras yang dicuci hanya dua kali.
Cara mencuciĀ beras agar nasi lebih pulen
Komposisi pati memang berperan penting dalam menentukan tekstur nasi. Utamanya, kadar amilosa dan amilopektin.
Amilosa yang tinggi membuat nasi cenderung lebih pera dan kurang lengket. Sementara amilopektin membuat nasi lebih lengket dan pulen.
Menukil jurnal sebuah ulasan di jurnal
Scientific Reports
, beras ketan jadi salah satu contoh beras dengan kadar amilosa yang rendah hingga teksturnya sangat lengket. Kandungan amilosa dan amilopektin sendiri biasanya tergantung berdasarkan varietas beras.
Selain varietas beras, rasio beras dan air juga boleh jadi berpengaruh terhadap tekstur nasi. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal
Biological Macromolecules
mencatat, jumlah air yang digunakan dapat memengaruhi bagaimana pati larut selama proses pemasakan hingga menentukan tingkat kelengketan nasi.
Namun, tak ada rasio air yang berlaku untuk semua jenis berat. Jenis beras, terutama kadar amilosa di dalamnya, sangat menentukan kebutuhan air. Sebuah ulasan yang dipublikasikan dalam jurnal
Cereal Chemistry
menyebut, beras dengan kadar amilosa tinggi cenderung membutuhkan lebih banyak air untuk menghasilkan tekstur yang lunak.
Untuk memulai, Anda bisa mencoba menggunakan 1 gelas beras dan 1,5 gelas air. Jika nasi terasa masih keras, maka artinya naikkan sedikit volumeĀ air menjadi 1,6 gelas. Sebaliknya, jika nasi terlalu lembek, turunkan ke 1,4 gelas.
Dengan demikian, Anda sebenarnya tidak perlu mencuci beras hingga berkali-kali. Untuk mengetahui kepulenan ideal, Anda bisa melakukan uij coba dengan rumus di atas.
(asr)
Baca lagi: IAEA Ungkap Temuan Material Nuklir di Suriah
Baca lagi: Kenapa Sumatra Masih Sering Hujan? Ini Penjelasan BMKG



2 Responses
untung365 pusat main game online paling mantep
crazyrich88gokil situs slot gacor mantep ga pusat game tempat terbaik