Prince Cooke

7 Makanan Favorit Yunani Kuno Seperti di Film The Odysseus

Daftar Isi

1. Roti dan bubur jelai

2. Minyak zaitun dan buah zaitun

3. Keju

4. Daging domba

5. Ikan

6. Buah ara

7. Madu

Jakarta, Prince Cooke Indonesia

Banyak orang mengenal The

Odyssey

sebagai kisah petualangan epik Odysseus selama 10 tahun berusaha pulang ke Ithaca. Namun di balik kisah kepahlawanan itu, karya yang dikaitkan dengan penyair

Homer

juga menyimpan gambaran menarik tentang

makanan

masyarakat Yunani Kuno.

Meski sejumlah adegan dalam The Odyssey dibumbui unsur mitologi dan tidak selalu sepenuhnya akurat secara historis, para arkeolog dan sejarawan menilai banyak makanan yang disebutkan memang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Yunani pada Zaman Perunggu.

Berikut tujuh makanan yang paling umum dikonsumsi masyarakat Yunani Kuno melansir

Tasting Table

:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Roti dan bubur jelai

Roti merupakan makanan pokok masyarakat Yunani Kuno. Namun bentuknya jauh berbeda dengan roti putih yang dikenal saat ini. Roti dibuat dari gandum kuno seperti einkorn dan emmer.

Tepung gandum berkualitas tinggi hanya bisa dinikmati kalangan kaya, sedangkan masyarakat biasa lebih sering mengonsumsi bubur jelai sebagai sumber karbohidrat utama. Dalam The Odyssey, roti berkali-kali muncul sebagai simbol keramahan. Tuan rumah yang baik akan menyuguhkan roti kepada tamunya, sementara pesta-pesta kaum bangsawan hampir selalu menghadirkannya.

2. Minyak zaitun dan buah zaitun

Jika saat ini minyak zaitun identik dengan pola makan Mediterania yang sehat, masyarakat Yunani Kuno ternyata sudah memanfaatkannya sejak ribuan tahun lalu. Minyak zaitun digunakan untuk memasak, mengawetkan makanan, membumbui hidangan, bahkan sebagai bahan bakar lampu minyak dan salep tubuh.

Menariknya, pada masa itu lemak hewani hampir tidak digunakan untuk memasak. Peran tersebut sepenuhnya digantikan oleh minyak zaitun yang menjadi bahan penting dalam kehidupan sehari-hari.

3. Keju

Susu segar sebenarnya cukup sulit diperoleh karena belum ada teknologi pendingin. Karena itu, masyarakat lebih banyak mengolah susu menjadi keju yang lebih tahan lama.

Keju sudah dibuat di Yunani sejak sekitar 3.000 SM. Biasanya makanan ini disantap bersama roti sebagai menu sederhana atau dipadukan dengan madu dan buah sebagai pencuci mulut.

Dalam The Odyssey, keju juga dikaitkan dengan bangsa Cyclops yang menggembalakan domba. Meski digambarkan hidup sederhana, kemampuan mereka membuat keju diyakini ikut membentuk reputasi keju Sisilia pada masa-masa berikutnya.

4. Daging domba

Berbeda dengan gambaran pesta besar dalam The Odyssey, masyarakat Yunani Kuno sebenarnya tidak setiap hari makan daging. Daging domba menjadi pilihan yang paling umum karena lebih mudah dipelihara dibanding sapi. Selain sebagai sumber pangan, domba juga bernilai tinggi karena menghasilkan wol dan susu.

Daging biasanya dikonsumsi saat upacara keagamaan atau persembahan kepada para dewa. Anak domba memang memiliki daging yang lebih empuk, tetapi penyembelihannya jarang dilakukan karena dianggap kurang menguntungkan secara ekonomi.

5. Ikan

Meski The Odyssey lebih sering menggambarkan para pahlawannya menyantap daging, kenyataannya ikan justru menjadi salah satu sumber protein utama masyarakat Yunani Kuno. Hidup di wilayah pesisir membuat ikan mudah diperoleh oleh hampir semua kalangan. Karena itulah, ikan menjadi makanan yang lebih merakyat dibanding daging sapi maupun domba.

Para ahli bahkan menilai absennya ikan dalam banyak adegan The Odyssey lebih disebabkan kebutuhan sastra yang ingin menggambarkan para tokohnya sebagai sosok luar biasa, bukan cerminan kehidupan sehari-hari.

6. Buah ara

Buah ara termasuk salah satu buah paling populer di Yunani Kuno. Selain dimakan segar, buah ini juga dikeringkan sehingga dapat disimpan lebih lama.

Buah ara kering sering dibentuk menjadi semacam kue dan disajikan sebagai hidangan penutup. Sementara itu, getah pohon ara dimanfaatkan untuk membantu proses pembuatan keju. Daun ara pun tidak terbuang sia-sia karena digunakan untuk membungkus ikan atau daging sebelum dimasak.

7. Madu

Sebelum gula dikenal luas, madu menjadi pemanis utama masyarakat Yunani Kuno. Madu dicampurkan ke dalam makanan, minuman, obat-obatan, bahkan anggur. Para pemburu madu mengambilnya dari sarang lebah liar maupun budidaya dengan bantuan asap agar lebah lebih tenang.

Saat itu, madu dari Gunung Hymettus menjadi salah satu yang paling bernilai karena memiliki aroma khas thyme. Tak heran jika madu dianggap sebagai bahan pangan mewah sekaligus penting dalam kehidupan masyarakat Yunani kuno.

(tis/tis)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Prince Cooke]

Baca lagi: Amran Minta Polisi Usut 7 Perusahaan Diduga Tolak Serap Tebu Petani

Baca lagi: Kubu Ruben Beber Bukti Bayarin Isi Rumah yang Diklaim Sarwendah

Baca lagi: Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen ke US$96 Gara-gara Perang AS-Iran

Exit mobile version